Yogyakarta (Kemenag DIY) – Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Khairunas, memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag DIY pada Senin (8/12/2025) di Aula Lantai 3 Kantor Kanwil. Pembinaan tersebut mengusung tema “Membangun Integritas dan Reformasi Birokrasi” dalam rangka memperkuat budaya kerja yang profesional, berdaya saing, serta berorientasi pelayanan publik.
Dalam arahannya, Khairunas menegaskan bahwa ASN harus menyadari amanah yang diterima dari negara. Setiap hak yang diterima, seperti gaji dan tunjangan, harus diimbangi dengan kinerja yang optimal sesuai sumpah dan kewajiban sebagai PNS.
“Jangan sampai kita memiliki hutang kepada Kementerian Agama. Gaji dan tunjangan yang kita terima itu besar nilainya. Pertanyaannya, sudahkah kinerja kita setara dengan apa yang kita dapatkan? Datang tepat waktu, bekerja sesuai target, dan menjaga integritas adalah kewajiban kita sebagai ASN,” tegasnya.

Khairunas menyoroti kedisiplinan ASN terkait jam kerja, serta kebiasaan negatif yang dapat mengurangi efektivitas kerja seperti terlalu banyak mengakses media sosial dan meninggalkan tugas tanpa alasan jelas.
Ia juga mengingatkan ASN agar selalu menjunjung kode etik, menolak gratifikasi, serta mematuhi regulasi kepegawaian sebagaimana diatur dalam PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, PMA No. 12 Tahun 2019 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku ASN Kemenag, serta peraturan perundang-undangan lainnya.
Lebih lanjut, Irjen menyampaikan bahwa integritas bukan hanya slogan, melainkan harus terwujud dalam tindakan dan kinerja sehari-hari.
“Bekerjalah dengan niat ibadah kepada Allah SWT. Jika setiap langkah kita menuju kantor diniatkan untuk beribadah, maka pekerjaan kita bernilai pahala. Integritas adalah wujud kesadaran bahwa apa yang kita lakukan selalu dilihat oleh Allah,” ujarnya.

Di akhir pembinaan, Khairunas mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan profesionalitas, memperkuat budaya integritas, serta menjadi teladan dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., memberikan pembinaan mengangkat tema “Konsep Moderasi Beragama di Kementerian Agama”.
Dalam arahannya, Prof. Ali Ramdhani menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas layanan keagamaan di masyarakat. Hal itu harus diwujudkan melalui penguatan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab serta keteladanan dalam bekerja dan berinteraksi dengan publik.
“Integritas merupakan keselarasan antara kata dan tindakan. ASN Kementerian Agama harus menunjukkan keteladanan, tidak hanya dalam melaksanakan agama dengan baik, tetapi juga menaati aturan dan mengedepankan etika pelayanan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dengan terus meningkatkan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing. Menurutnya, ASN tidak boleh berhenti belajar karena perkembangan isu dan tantangan pelayanan publik semakin dinamis.

“Orang yang terpelajar adalah pemilik masa lalu, sementara mereka yang terus belajar adalah pemilik masa depan,” ujarnya.
Selain itu, semangat inovasi juga harus diutamakan untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, mudah, dan berkualitas tanpa mengesampingkan aturan yang berlaku. ASN Kemenag, lanjutnya, harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi kemaslahatan umat.
“Ruang-ruang pelayanan kita tidak boleh berhenti pada gagasan dan retorika. Satu tindakan yang bermanfaat jauh lebih bermakna daripada jutaan kata tanpa hasil,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ali Ramdhani juga mengingatkan ASN agar menjaga keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, mengingat label “Kementerian Agama” melekat pada setiap perilaku individu di masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan pejabat eselon I pusat ke Yogyakarta menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pembinaan ASN.
“Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sejarah besar bagi Kementerian Agama. Di sinilah kementerian ini dibentuk dan berkembang. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga marwah dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Bahiej juga menyampaikan bahwa sejumlah pimpinan tinggi Kemenag RI berada di Yogyakarta untuk menghadiri rangkaian kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia dan berbagai agenda strategis lainnya bersama Menteri Agama dan Presiden RI.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan para ASN semakin memahami arah kebijakan Kementerian Agama serta memperkuat pelaksanaan moderasi beragama dalam tugas pelayanan publik. (don/bap)
