Kulon Progo (Kemenag DIY) – Dalam rangka persiapan penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M serta penetapan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai embarkasi dan debarkasi Haji di Yogyakarta International Airport (YIA), Satgas Embarkasi Haji YIA menggelar technical meeting persiapan simulasi operasional haji. Kegiatan berlangsung Jumat (12/12/2025) di Hotel Novotel YIA, Kulon Progo.
Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh DIY, Jauhar Mustofa, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan menyempurnakan konsep SOP dan peta jalan layanan embarkasi debarkasi haji di Yogyakarta.

“Pertemuan ini akan semakin menyempurnakan SOP serta alur layanan, mulai dari kedatangan, penerimaan, hingga keberangkatan jemaah ke bandara. Diskusi yang berkembang hari ini menjadi bahan penguatan penyusunan SOP seluruh bidang layanan kesehatan, imigrasi, bea cukai, keamanan, hingga layanan hotel,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa DIY diproyeksikan memberangkatkan sekitar 9.600 jemaah, yang tergabung dalam 26 hingga 27 kloter. Hal ini menjadi tantangan besar bagi seluruh pemangku layanan karena penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional yang harus dipastikan berjalan optimal.
“Ini adalah amanah besar. Layanan haji bukan sekadar tugas daerah, tetapi hajat nasional. Karena itu seluruh energi dan koordinasi harus kita perkuat agar layanan embarkasi DIY benar-benar memenuhi ekspektasi pemerintah pusat dan jemaah,” tegasnya.
Salah satu isu krusial dalam pertemuan adalah keterbatasan lahan parkir di area hotel yang menjadi lokasi pelayanan jemaah. Diperkirakan akan ada 9–10 bus yang mengangkut jemaah dalam satu waktu.
“Hotel ini tidak memiliki lahan parkir yang luas untuk menampung banyak bus. Karena itu diperlukan pemikiran serius, terutama bagi tim keamanan dan satgas pengaturan parkir. Dua hari ini kami melakukan survei dan menemukan alternatif skema kedatangan yang lebih aman dan nyaman,” jelas Jauhar.
Skema awal yang ditampilkan dalam paparan kemudian disesuaikan agar pergerakan bus lebih lancar dan tidak menimbulkan kemacetan di sekitar area hotel.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan rencana teknis pelaksanaan simulasi hari Sabtu, tanggal 13 Desember 2025. Kegiatan akan dimulai pukul 08.30 WIB, diawali dengan penerimaan jemaah, pengaturan lalu lintas, penempatan bus, hingga alur layanan menuju ruang-ruang yang digunakan sebagai fasilitas embarkasi sementara.

Simulasi dilakukan seolah melayani jemaah haji yang sebenarnya, mulai dari pemeriksaan kesehatan, layanan imigrasi, pembagian kamar, hingga keberangkatan menuju bandara.
Pemetaan jemaah juga disampaikan, termasuk pembagian kamar berdasarkan jenis kelamin dan kapasitas, yakni 3 orang per kamar.
“Simulasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi masalah. Apa pun kekurangan yang ditemukan besok akan menjadi bahan penyempurnaan SOP tiap bidang,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan SOP dari masing-masing bidang layanan, antara lain:Keamanan, Kesehatan, Imigrasi, Bea Cukai, Bandara YIA, dan Perhotelan
Dengan terlaksananya technical meeting ini, Satgas Embarkasi Haji YIA berharap seluruh unsur layanan dapat bekerja secara terpadu sehingga simulasi embarkasi debarkasi Haji 1447 H/2026 M dapat berjalan optimal dan menjadi pondasi kuat bagi penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan berstandar nasional. (don/bap)
